Saturday, January 22, 2011

Yang Redup dan Yang bertaup


 

'Siapa sangka di tengah-tengah kota ini ada hutan...'

Itu mungkin ungkapan para pemuka hidup di kota ranggi. Pemuka yang bila kenal dunia sudah minum susu tepung adunan soya luar negara. Pemuka yang tiada hingus leleh melekap pada pipi dan mengalir ke bibir mungil.



' Siapa sangka di tengah-tengah hutan ini ada kota...'

Itu mungkin ungkapan para arkeolojis yang tertegul melihat sesuatu di depan mata. Atau mungkin suara dari lopongan mulut para pengail tegar yang menguak-nguak dedaun keladi dan senduduk putih ketika mencari-cari lubuk Tapah.


Namun di sini, kedua-dua hutan dan kota berkongsi tempat, berkongsi cerita. Mungkin juga berkongsi nasi lemak dan kopi O sambil bercerita tentang asal-usul masing-masing yang putih dan hijau. Bercerita tentang pahit dan kelat payau.


Bercerita sambil bertepuk tampar dan gurau senda yang keterlaluan. Mungkin hutan dan kota tu tak mengerti erti batasan, pada mereka kota dan hutan adalah penghuni manakala mata-mata yang melirik-lirik hanya pengunjung yang datang dan pulang apabila pintu kaca dikunci nanti.


Di sini, hutan dan kota terus bercerita tentang keadilan, politik nusa dan sukan. Mereka tidak pernah sentuh tentang hal-hal kiamat, tentang kematian. Bagi mereka itu adalah taboo.  Sesuatu yang sungguh... ' eleeehhh... cerita kiamat kat masjid la weh...'



Hutan dan kota berpadu. Kita pengunjung yang hanya bisa merasai keajaiban kesempurnaan mereka apabila disatukan.




.

10 comments:

AZANI said...

salam zam
entry ni sepeti entry entry lain menunjukkan hasil seni olah bahasa yang begitu tinggi....

syabas zam....aku nobatkan kau sebaris nama nama novelis tersohor...
tak bercadang untuk terbitkan buku ?
ps. komen edited...ha ha

Aku said...

Azani,
Itu luahan rasa dari hati dalam, bro.. bahasanya memang gaya begitu... hahaha. Aku ada buku tapi aku bukukan untuk aku sendiri dan aku perturunkan untuk anak aku bila umur dia 15 tahun nanti...

secangkir madu merah said...

hutan batu di tengah kota
mulut terlopong dan ternganga
air liur meleleh dgn wajah terpinga2
terkesima dan terpesona
mulut terkunci tanpa bicara...

Aku said...

SMM,
Mulut terkunci kerana apa?
mungkin pelik melihat resmi manusia...
hahaha

en_me said...

nyaman tengok gambar buluh melentur tewww.. uhuhu

SHIMI said...

Hutan + kota = nyaman

Manusia + hutan = nyamuk

Manusia + kota = nyanyuk

Salam bro

tasekM said...

canteknya pokok buluh. kat mana tu...?



.

Aku said...

en_me,
Aku setuju. Aku rasa macam nak tanam buluh tapi tak boleh sebab rumah aku tingkat 3... hahaha

Shimi,
Assalam bro, aku tak nak nyanyuk...

TM,
Antara bangunan-bangunan di Alamanda...

Anonymous said...

alamanda....hemmmm...

Aku said...

Anon,
jalan-jalan... ;)

Papan Iklan

Papan Iklan
Homestay. Klik Imej

Join

BlogMalaysia.com